Kisah Horor di Gunung Rinjani: Pertemuan Mencekam dengan Makhluk Gaib

SUARABANDUNGBARAT – Pulau Lombok memiliki salah satu pesona alam yang menakjubkan, Gunung Rinjani. Dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut, Gunung Rinjani memikat pendaki dan wisatawan dengan keindahan dan misterinya.

Dalam vlog YouTube Nadia Omara, kisah-kisah horor Gunung Rinjani diungkapkan secara langsung oleh narasumber yang terlibat dalam pengalaman menyeramkan ini.

Tempat Makhluk Gaib Bersemayam

“Gunung Rinjani berada di Pulau Lombok dan memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut. Gunung ini termasuk ke dalam Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41 ribu hektar,” ungkap narasumber. Selain keindahannya, Gunung Rinjani juga dikenal dengan mitos dan kepercayaan lokal.

Baca Juga:Kisah Horor Gunung Kerinci: Merasa Tersedot ke Dunia Lain?

“Gunung ini juga dikaitkan dengan mitos keberadaan Dewi Anjani yang bersemayam di Gunung Rinjani ini,” lanjut narasumber.

Ada juga kepercayaan lain yang mengatakan bahwa sekitar Danau Segara Anak, terdapat masjid besar yang didirikan oleh para makhluk gaib.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, gunung ini menjadi tempat bersemayamnya makhluk-makhluk gaib yang memiliki kehidupan mirip manusia.

Ancaman dari Makhluk Gaib

Dalam vlog ini, narasumber juga memaparkan kepercayaan masyarakat Lombok yang berpendapat bahwa makhluk gaib di Gunung Rinjani memiliki kekuatan untuk membawa pendaki yang mengganggu mereka ke dunia mereka sendiri, dan tidak akan mengembalikannya.

Baca Juga:Kisah Horor di Gunung Lawu: Apa yang terjadi pada Malam 1 Suro pada Segerombolan Pendaki ini?

“Mereka tidak segan-segan akan membawa pendaki itu ke dunianya,” kata narasumber.

Kisah Horor Para Pendaki

Salah satu kisah horor yang diungkapkan datang dari tahun 2014. Dua sahabat yang belum pernah mendaki Gunung Rinjani memutuskan untuk menaklukkan gunung ini.

Baca Juga  OPM Leader Guarantees Susi Air Pilot's Safety During Hostage Situation

Mereka memutuskan untuk bermalam di Danau Segara Anak. Ketika mereka berendam di pemandian air panas alami di danau tersebut, mereka mengalami pengalaman menyeramkan.

“Saat itu si Febby dan Sasti tergoda untuk berendam di air panas itu. Waktu sedang bersiap-siap ingin berendam, tiba-tiba si Sasti melihat sosok yang menghampiri mereka. Sosok tersebut seperti seorang dukun dengan penampilan aneh,” ungkap narasumber. Sosok dukun tersebut memasuki pemandian air panas di pusatnya, sesuatu yang tidak biasa dilakukan oleh pendaki.

Perjalanan Menakutkan

Perjalanan turun dari gunung juga tidak kalah menakutkan. Narasumber menceritakan bagaimana pohon-pohon tinggi di sepanjang perjalanan menciptakan suasana seperti malam di siang hari.

Mereka merasa seperti sedang diawasi oleh banyak mata, dan suara burung gagak yang tidak berhenti membuat suasana semakin mencekam.

Pertemuan dengan Sosok Siluman

Namun, momen paling mencekam terjadi saat mereka mendekati sebuah pohon besar yang mengeluarkan bau kemenyan yang tajam. Saat mereka melihat ke bawah, mereka menemukan sesembahan dan sesajen di bawah pohon tersebut.

“Saat itu, si Sasti tergoda untuk menendang sesajen tersebut karena kesal dengan pendaki lain yang membuang sampah. Namun, tindakan ini memicu peristiwa menyeramkan,” kata narasumber.

Setelah peristiwa tersebut, mereka mendengar suara dengusan dan kokok babi. “Tiba-tiba, si Sasti merasakan kelelahan dan berat dalam setiap langkahnya. Dia merasa seperti ada sosok manusia berkepala babi yang mengikutinya,” lanjut narasumber.

Pertolongan dan Penyelamatan

Beruntung, mereka berdua berhasil melewati momen menakutkan ini setelah berdoa dan meminta maaf kepada makhluk gaib yang mungkin telah merasa terganggu. “Setelah kita berdoa dan minta maaf, akhirnya kita bisa turun ke bawah dengan selamat,” kata narasumber.

Baca Juga  Anak Kedua Nella Kharisma Diajari Kalimat Syahadat, Benar-benar Islam?

Pengalaman ini menjadi salah satu kisah horor yang dihadapi oleh pendaki Gunung Rinjani. Meski memiliki keindahan yang luar biasa, gunung ini juga menyimpan misteri yang menguji keberanian dan ketahanan para pendaki.(*)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *