Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah Ini Surplus 170 Ribu Ton Beras

PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN – Bupati Kebumen Arif Sugiyanto melakukan panen raya musim tanam MT 2 di Desa Jerukagung, Kecamatan Klirong, berbarengan dengan acara Farmers Field Day (FFD) bersama Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI), pada Kamis 10 Agustus 2023.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyatakan bahwa panen raya di Kebumen selalu mengalami surplus pangan. Baik pada saat panen raya MT 1 yang dihadiri Presiden Joko Widodo, dan juga panen raya MT 2 saat ini.

“Alhamdulillah kita kembali melakukan panen raya, MT 2, kali ini di Desa Jerukagung, Klirong. Insya Allah Kebumen surplus beras 170 ribu ton. Ini menunjukan hasil pertanian di Kabupaten Kebumen cukup baik,” ujar Bupati.

Bupati mengklaim ini salah satunya berkat banyaknya bantuan alat dan mesin pertanian yang diberikan untuk para petani Kebumen, dengan pendampingan PERHIPTANI. 

Baca Juga:Berjarak 5,3 KM dari Batam Centre Park, Pusat Perbelanjaan Ini Sajikan Air Mancur yang Indah

“Misalnya dengan hadirnya sistem Corporate farming yang terus digaungkan oleh PERHIPTANI,” ucapnya.

Corporate farming sendiri adalah kegiatan penggabungan lahan usaha tani untuk dikelola secara bersama-sama oleh para petani dan terpadu di dalam satu manajemen.

Sistem ini disebut dapat dijadikan sebagai suatu solusi dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi petani saat ini.

Bupati menyebut harga gabah di Kebumen tetap stabil dengan hadirnya Rice Milling Unit (RMU) atau sentra pengolahan padi modern di Kutowinangun yang dikelola secara modern, dengan harga tinggi, sehingga tidak merugikan petani. Per kilonya harga gabah bisa dijual sampai Rp 6.500 sampai Rp7.000.

Sementara itu Ketua DPD PERHIPTANI Kebumen Ulung Setyoko menuturkan acara Farmer Field Day (FFD) diadakan dalam rangka memperingati  ulang tahun PERHIPTANI yang ke 36 tahun ini.

Baca Juga  Selamat, Masayu Clara Melahirkan Anak Kembar! Namanya Unik Banget

Baca Juga:Akses Jalan Penghunung Desa Karangasem ke Adiarsa Dibuka

Farmer Field Day (FFD) atau temu lapang petani, yang merupakan metode penyuluhan dengan mempertemukan petani dengan pemangku kebijakan dan stakeholder di bidang pertanian, seperti produsen pupuk, formulator dan lainnya. 

Harapanya dari kegiatan kali ini hubungan petani pemangku kebijakan stakeholder pertanian bisa lebih erat lebih meningkat lagi. Dengan begitu kedepannya pertanian di Kebumen bisa lebih maju lebih meningkat.

Tujuan dari pembangunan pertanian  ini untuk peningkatan pendapatan petani bisa diwujudkan. 

PERHIPTANI juga mendorong penerapan teknologi pertanian cerdas iklim, dan  pertanian di Kebumen bisa dikembalikan ke pertanian organik. 

“Mengingat kondisi lahan saat ini sudah sangat kritis, sehingga ketika  menggunakan organik murni biasanya akan ada syok penurunan hasilnya akan sangat kentara sehingga organik menuju ke situ butuh waktu, ” katanya

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *