TNI: Markas Pasukan Perdamaian RI di Lebanon Bukan Diserang Roket Israel, tapi Flare

Liputan6.com, Jakarta Video viral menarasikan detik-detik markas TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon, terkena salah satu mortir yang dilontarkan militer Israel. 

Dikutip dari akun instagram @infokomando.official merekam sebuah cahaya kuning yang masih mengambang di udara saat hari sudah gelap. Sampai akhirnya mengenai lokasi dan terdengar ledakan.

“Aduh, wey tempat kita, sudah masuk tempat kita berlindung-berlindung. Mortir masuk ancuran-ancuran barak ini,” ujar seorang pria yang terdengar dalam video tersebut.

Akibat serangan tersebut, nampak sejumlah orang lantas bersiaga, sambil mengecek lokasi titik yang terkena imbas akibat serangan tersebut.

Atas video itu, Mabes TNI meluruskan bahwa serangan yang menyasar Markas UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) TNI di Lebanon bukanlah mortir, melainkan roket flare.

“Tiap malam di perbatasan sering ditembakkan ke atas. Setelah cahaya flare habis, kemudian jatuh dan tidak ada daya ledakan,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Laksda TNI Julius Widjojono dalam keteranganya, Jumat (27/10/2023).

Julius menjelaskan bahwa roket flare yang ditembakan itu, bertujuan memberikan penerangan cahaya yang dilakukan dalam rangka meminimalkan kemungkinan adanya infiltrasi. 

“Namun karena terbuat dari besi maka menimbulkan kerusakan terhadap benda atau permukaan yang terkena jatuhnya flare tersebut. Pasukan kita dalam keadaan aman,” kata dia.

Adapun, lanjut Julius, soal narasi ledakan yang mencapai radius satu kilometer dari pos. Hal itu bukanlah radius ledakan, melainkan penerangan yang dipakai untuk mengukur aktivitas lawan.

“Roket flare itu memberikan penerangan pada malam hari dari pihak lawan untuk mengukur jarak ataupun aktivitas di area tersebut. Jadi bukan roket yang menyebabkan ledakan di area kita”, tegas Kapuspen TNI.

 

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *