Sidang Pembunuhan Imam Masykur: Praka RM Minta Uang Rp50 Juta dan Ancam Membunuh

Liputan6.com, Jakarta Pengadilan Militer II-08 Jakarta menggelar sidang perdana terkait perkara pembunuhan terhadap Imam Masykur.

Untuk agenda sidang perdana dalam kasus ini yaitu pembacaan dakwaan terhadap tiga terdakwa yakni Praka RM, Praka HS dan Praka J.

Dalam sidang, Letkol Chk Upen selaku Oditur atau penuntut umum menyebut, terdakwa I yakni Praka RM melakukan pengancaman serta meminta uang tebusan terhadap keluarga Imam Masykur.

Namun, untuk peristiwa yang terjadi pada 12 Agustus 2023, para terdakwa disebutnya lebih dulu menemukan toko obat ilegal milik Imam Masykur.

“Salah seorang terdakwa yakni Heri Sandi lalu berpura-pura sebagai pembeli dan bertanya soal tramadol,” ujar Letkol Chk Upen dalam sidang, Jakarta Timur, Senin (30/10/2023).

“Saat Imam menjawab ada, Heri lalu menghubungi Riswandi dan Jasmowir yang sedang di mobil menggunakan HT. Imam saat itu sempat berteriak ‘rampok’,” sambungnya.

Kemudian, salah seorang terdakwa saat itu sempat menjelaskan jika mereka adalah seorang ‘anggota’. Sehingga, warga yang sebelumnya sempat datang ke lokasi langsung membubarkan diri.

Selanjutnya, Imam Masykur pun diborgol dan kemudian dibawa ke dalam mobil yang memang sudah disediakan atau mereka bawa. Di dalam mobil, Imam mengalami penyiksaan berat.

“Di dalam mobil, Imam dipukul di bagian wajah, kepala, ditendang hingga dicambuk menggunakan kabel di bagian punggung. Para terdakwa lalu berangkat ke toko obat lain yang berada di wilayah Condet, Jakarta Timur,” kata Letkol Chk Upen.

“Dengan modus berpura-pura sebagai pembeli, para terdakwa membawa korban lainnya bernama Khaidar dari toko obat di Condet itu. Khaidar juga dipukul hingga dicambuk dalam mobil,” sambungnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *