Panglima TNI akan Berantas OPM: Tidak Ada Negara dalam Negara

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar telah membenarkan penggunaan kembali istilah OPM sesuai Surat Telegram (ST) Nomor : STR/41/2024.

“Ya benar (diganti KST/KKB dari penggunaan TNI menjadi) penyebutan OPM,” kata Gumilar saat dikonfirmasi, Rabu (10/4/2024).

Adapun alasan penggunaan istilah OPM, karena kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) sudah selayaknya pihak yang mengancam masyarakat.

“Dikarenakan mereka adalah suatu organisasi yang menyatakan dirinya tentara/kombatan (TPNPB) dan dimana aksinya selalu mengancam/mengganggu/membunuh,” kata dia.

“Tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga kepada prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas sebagai tenaga kesehatan dan guru,” tambahya.

Penggunaan istilah OPM ini telah mengubah dari hasil rapat koordinasi (rakor) Kemenko Polhukam tiga tahun atau pada 29 April 2021 yang menyebut tindakan teror di Papua dilakukan Kelompok Separatis Teroris (KST) dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Oleh karena itu, untuk menyelaraskan perbedaan itu, di pihak TNI sesuai ST tertuang dalam nomenklatur antara pemerintah, legislatif, TNI, Polri, maka saat ini penyebutan semula KKB/KST menjadi Organisasi Papua Merdeka (OPM).

 

Reporter: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka.com

Quoted From Many Source

Baca Juga  Dongkrak Hasil Pertanian, Desa Loh Sumber Kukar Gencar Bangun Jaringan Irigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *